Format Gambar Terbaik untuk Pencetakan di 2026: JPG, PNG, TIFF, atau PDF?
Memilih format gambar yang salah untuk pencetakan bisa menghasilkan hasil buram atau warna tidak benar. Format yang tepat untuk setiap jenis pekerjaan cetak.
Format terbaik untuk pencetakan tergantung jenis pekerjaan cetak — cetakan foto rumah, halaman majalah komersial, dan banner format besar semuanya punya persyaratan berbeda. Berikut cara memilih dengan benar.
JPG: Standar untuk Pencetakan Foto
JPG adalah format yang paling banyak diterima di lab foto, kios cetak, dan layanan cetak online. Untuk cetakan hingga ukuran A3 yang dilihat pada jarak normal, JPG pada kualitas 90–95 dari kamera modern menghasilkan hasil sangat baik.
TIFF: Standar Profesional
- TIFF lossless — tidak ada data yang dibuang. Ini standar industri untuk:
- Alur kerja produksi cetak (cetak offset, litografi)
- Pencetakan format besar di mana kualitas tingkat piksel penting
- Penyimpanan arsip gambar asli
PNG: Bagus untuk Grafik dan Teks
- PNG sangat baik untuk mencetak gambar dengan tepi tajam, teks, logo, dan warna solid. Pakai PNG untuk:
- Mencetak logo atau ilustrasi
- Mencetak grafik dengan teks
- Gambar dengan area transparan
PDF: Terbaik untuk Dokumen dengan Konten Campuran
Untuk apa pun yang menggabungkan teks dan gambar (brosur, laporan, kartu nama), PDF adalah pilihan tepat. PDF melestarikan font, grafik vektor, dan gambar dalam satu file.
Resolusi untuk Pencetakan
- 300 DPI: Kualitas foto untuk semua ukuran cetak hingga A3
- 150 DPI: Dapat diterima untuk poster yang dilihat dari jarak
- 72–96 DPI: Hanya layar — cetakan akan buram
- Gunakan Pengubah Ukuran untuk menetapkan jumlah piksel yang benar. Jika gambar Anda resolusi terlalu rendah, Pembesar Gambar bisa meningkatkan dimensi.
Coba Gratis — Tanpa Registrasi
Ubah ukuran, kompres, dan konversi gambar secara instan di browser Anda.